sss

Review Strategi dan Meta MPLI 2020

Table of Contents

Review Strategi dan Meta MPLI 2020

Review Strategi dan Meta MPLI 2020

MPL Invitational memang telah usai Minggu lalu (5/12), Alter Ego sukses menjadi juara usai membantai wakil Filipina Bren Esports 3-0. Namun, masih ada pelajaran yang bisa dipetik dari turnamen tersebut utamanya soal meta Mobile Legends yang ternyata berbeda di SEA.

Beberapa meta atau stretegi itu mungkin efektif digunakan oleh tim profesional. Mereka pun melatih keberhasilan eksperimen lewat scrim atau ranked match biasa. Nah, dari beberapa meta unik dan strategi di MPLI berikut, yang mana menurut Anda paling cocok untuk dipakai saat ranked?

Harith Side/Support

Harith Side/Support

MPLI menjadikan kebangkitan kembali Harith. Hero mage yang terkenal dikala M1 lewat performa Wann di EVOS Legends kini punya peran berbeda yang menjadikannya jadi opsi menarik dalam komposisi tim. Beberapa tim Filipina menyukai Harith sebagai support ketimbang pilihan konvensional semacam Chang’e atau Pharsa. Harith dianggap lebih piawai melakukan clear wave dan gold yang ia kumpulkan hasil menjaga lane terbayar tuntas saat memasuki late game.

Tak jarang, Harith support ini menjelma jadi carry utama ketimbang jungler tim yang lebih fokus pada pengambilan buff dan objektif saja. Beda lagi dengan Alter Ego. Mereka juga memakai Harith sebagai core. Ahmad menunjukan performa makin bersinar semenjak MPL S6 kemarin, dan MPLI jadi salah satu momen terbaiknya.

Ia mempraktekkan Harith di sidelane ketimbang andalannya yang lalu macam Yu Zhong dan Chou. Tanpa memerlukan buff, hero ini tetap saja mengerikan layaknya Harith mid atau Harith hyper yang kita kenal.

Baxia Hyper Carry

Baxia Hyper Carry

Baxia merupakan sosok tanker yang diperebutkan di meta saat ini. Kemampuannya melakukan manuver di Land of Dawn serta skill unik pengurang regenerasi hero jadi andalan. Namun, beberapa tim di MPLI melihat kelebihan lain Baxia.

Blacklist International dan Ronin Esports misalnya tak malu menunjukan Baxia hyper carry. Tentu, mendapatkan dua buff membuat serangan dan ketahanan Baxia jauh lebih baik, belum lagi saking cepatnya ia menyentuh level 4, musuh bakal keteteran bertahan dari inisiasi roda berapi ala Baxia.

ALTER EGO 1-2-2 LANE

ALTER EGO 1-2-2 LANE

Sepanjang meta hyper carry muncul, formasi lane 1-3-1 lebih sering digunakan oleh pemain. Prioritas utama melindung sang midlaner jadi sebab 1-3-1 dinilai sesuai dengan meta. Namun, Alter Ego menunjukan hal baru saat final melawan Bren Esports di MPLI. AE dengan dua core Ahmad dan Celiboy mengamankan early game mereka berkat sokongan dari dua support Udil di tengah dan LeoMurphy di samping. Tak cuma mempermudah Celiboy dan Ahmad saat farming, vision AE juga lebih luas karena LeoMurphy bisa melihat posisi musuh di hutan lewat jalur samping.

Pastinya strategi ini memiliki kelemahan. Buff di mid rawan terkena kontestasi karena musuh unggul jumlah hero ketimbang penjaga di mid. Namun, kalau melihat dari cara main AE, rasanya formasi 1-2-2 lebih seimbang bagi tim yang menyukai main dua core.

PHARSA CORE

PHARSA CORE

Pharsa dikenal sebagai support yang mematikan. Pergerakannya yang cepat berkat skill Wings by Wings mampu digunakan untuk rotasi atau sekedar melarikan diri dari inisiasi musuh. Clear wavenya juga juara karena dua skill aoe Curse of Crow dan Energy Impact punya damage besar untuk hero atau minion.

Jangan lupa, scaling power pharsa saat sudah mengakses Feathered Air Strike jadi alasan hero ini dipertimbangkan beberapa tim sebagai sidelaner ketimbang support. Entah ditempatkan di gold lane atau exp lane, makin cepat Pharsa mengumpulkan itemnya, makin besar keunggulan tim saat war.

Itu dia beberapa meta dan strategi di MPLI kemarin yang bisa kalian pilih dan mempraktikannya di ranked match.